KONSELING SUFISTIK DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-QUSYAIRI
DOI:
https://doi.org/10.56489/v2c23g18Keywords:
Konseling Sufistik, Imam Al-Qusyairi, Konseling, TasawufAbstract
Artikel ini membahas konsep Konseling Sufistik dalam perspektif Imam Al-Qusyairi, seorang tokoh sufi terkemuka pada abad ke-11 M (abad ke-5 H). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui metode dokumentasi literatur dengan merujuk pada berbagai buku dan artikel jurnal yang relevan. Imam Al-Qusyairi, yang memiliki nama lengkap Abu al-Qasim ‘Abd al-Karim al-Qusyairi, lahir pada tahun 986 M (376 H). Sebelum mendalami ilmu tasawuf, beliau telah menguasai ilmu fikih dari mazhab Syafi’i serta ilmu kalam dari aliran Asy’ariyah. Tasawuf yang dianut dan diajarkannya adalah tasawuf yang selaras dengan ajaran syariat Islam dan berlandaskan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Konsep tasawuf Al-Qusyairi dalam mencapai kesempurnaan spiritual diibaratkan seperti menyelami samudra yang luas, yang harus ditempuh melalui tiga tingkatan utama. Pertama, Takhalluq, yaitu berperilaku sesuai dengan akhlak dan tuntunan yang diajarkan Allah Swt. Kedua, Tadzawwuq, yaitu menghayati, merasakan, serta menikmati ajaran-ajaran tasawuf, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, Tahqiq, yaitu mencapai hakikat atau esensi terdalam, yang merupakan tujuan utama para ahli tasawuf. Al-Qusyairi juga menjelaskan pentingnya hubungan yang tidak terpisahkan antara syariat dan hakikat. Syariat diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah dan penghambaan kepada Allah, sedangkan hakikat merupakan penyaksian terhadap sifat-sifat ketuhanan. Menurut Al-Qusyairi, syariat merupakan landasan yang mutlak dan jalan pertama yang harus ditempuh untuk mencapai penyucian jiwa serta mengenal Allah secara lebih mendalam.
References
Afaningtyas, Ananda, Arih Alfi Julizun Azwar, Heni Indrayani, “Konsep Mujahadah Imam Al-Qusyairi Dalam Kitab Risalah Qusyairiyah Sebagai Upaya Mencegah Hedonisme”, ATLAS: Journal of Research and Islamic Thought Studies, Vol 4, No 01 (2025).
Hakam Chozin, Fadjrul. Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah. TK: Alpha, 1997.
Listiana, Anisa. Menimbang Teologi Kaum Sufi Menurut Al-Qusyairi Dalam Kitab Al-Risalah Al-Qusyairiyah. Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol. 7, No. 1 (Juni 2013), 202.
Mashar, Aly. Konsep Sufi Sejati dalam Kitab Utama Tarekat di Indonesia: Studi atas Kitab Al-Risālah Al-Qusyairiyyah. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, Vol. 2, Issue 1 (Juni 2023), 42-44.
Subakir, Ahmad. (2021). Pemikiran Tasawuf Imam Qusyairi. Depok: PT RajaGrafindo.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabet, 2011.
Tohari, Achmad. Makna Syariat Dan Hakikat Tasawuf Al-Qusyairi Dalam Kehidupan Sosial. Studi Multidisipliner Vol. 9, Edisi 2, (2022), 83-86.
Zahid, Moh. The Fawātih Al-Suwar: A Critique of Classical Categories and New Typology. Al-Bayan: Journal of Qur’an and Hadith Studies 20, No. 1 (March 17, 2022): 23–47.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heni Rumiatun, Saepudin, Jonsi Huandar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

.png)










