MURSYID SEBAGAI KONSELOR DAN KONSELING SUFISTIK PERSPEKTIF ABU THALIB AL MAKKI
DOI:
https://doi.org/10.56489/zkjasw11Keywords:
Mursyid, Konselor, Konseling Sufistik, Abu Thalib al-MakkiAbstract
Dalam masyarakat modern yang sering kali mengalami tekanan psikologis dan emosional, peran mursyid sebagai konselor menjadi semakin relevan. Dalam psikologi sufistik, ilmu tasawuf yang menekankan pada aspek spiritual, intelektual dan fisik dalam membentuk rohani seseorang menjadi alternatif pemecahan masalah melalui bimbingan spiritual. Artikel ini membahas secara mendalam tetang mursyid sebagai konselor dan konseling sufistik dalam perspektif Abu Thalib al-Makki. Untuk itu artikel ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Sebagai konselor dalam konseling sufistik mursyid memiliki peran krusial dalam membantu mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi sehingga dapat mendekatkan diri kepada Allah. Dalam perjalanan spiritual, Abu Thalib al-Makki membagi maqam kepada sembilan tingkatan, dimulai dari taubat hingga puncaknya mahabbah. Maqamat ini diartikan sebagai kedudukan seorang hamba di hadapan Allah yang diperoleh melalui peribadatan dan latihan spiritual (riyadah al-nafs). Lebih lanjut, beliau membagi psikoterapi Islam berdasarkan maqamat ke dalam empat tingkatan atau proses: penerimaan dan penyerahan diri, proses latihan dan didikan kejiwaan, proses pemantapan jiwa, dan proses pengekalan serta peningkatan pemulihan.
References
Al-Dzahabi, Syamsuddin Muhammad. Siyâr A’lâm al-Nubalâ’, juz 16, (Beirut: Muasisah al-Risalah, 1983).
Al-Ghazali, Abu Hamid. The Alchemy of Happiness. Kairo: Al-Basira, 2001.
Al-Ghazali. lhya Ulum al-Din. Kairo: Dar al-Hayat, 1990.
Basirah, Sharifah. “Kaedah Psikoterapi Berasaskan Konsep Maqamat: Kajian Terhadap Kitab Qut al-Qulub Abu Thalib al-Makki” (Universiti Malaya, 2012).
Fadliyansyah, Ahmad, Maemonah dan Moh Mufid. “Implementasi Model Psikoterapi Al-Makki Sebagai Intervensi Konseling Dalam Mereduksi Academica Anxiety Pada Mahasiswa”, Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Dakwah Islam. Vol 17. No 2 (2020). DOI: 10.14421/hisbah.2020.172-04.
Hakam Chozin, Fadjrul. Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah. TK: Alpha, 1997.
Hidayah, Nahayatul. “Ajaran Tasawuf Dalam Kitab Qut Al-Qulub Karya Abu Thalib Al-Makki”, (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah. 2023).
Katsir, Al-Hafidz Ibn. al-Bidâyah wa al-Nihâyah, juz 11, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2001).
Muzakkir. Tasawuf Dan Kesehatan Psikoterapi dan Obat Penyakit Hati, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2018).
Rahmadi, Rahmat. Spiritual Counseling: A Sufi Perspective. Jakarta: Pustaka Al- Kautsar., 2022.
Riyadi, Abdul Kadir. Arkeologi Tasawuf: Melacak Jejak Pemikiran Tasawuf dari al-Muhasibi hingga Tasawuf Nusantara, (Bandung: Mizan, 2016).
Sakdiah, Halimatus. Ilham, Wildan, Muhammad, Rifat, Muhammad. “Konseling Sufistik Sebagai Upaya Pengembangan Fitrah Manusia,” Al-Hiwar: Jurnal Ilmu dan Tehnik, Vol. 11 No. 1 (2023).
Shihab, M. Quraish. Muhasabah Diri: Wahyu untuk Menggugah Hati. Jakarta: Lentera Hati, 2012.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabet, 2011.
Tim Penulis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ensiklopedia Tasawuf, jilid 1, (Bandung: Angkasa, 2008).
Wahid, Abdurrahman. Islam dan Kemansiaan. Jakarta: Wahid Institute, 2006.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siska Maryana, Saepudin, Jonsi Hunadar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

.png)










